Jelang Aksi 212, Medsos Diawasi Intensif; Ramalan Wanda Hamidah Tepat 100%, Pelakunya Rezim Jokowi





 Masih ingatkah dengan peringatan mantan politisi Partai Amanat Nasional Wanda Hamidah?


Ya. Wanda Hamidah yang juga merupakan aktivis 98 pernah mengicaukan bahwa suatu saat negeri ini akan dibungkam. Publik tak lagi bebas mengkritik penguasa.


Sayangnya, meski ramalan Wanda terbukti 100% tepat, tetapi rezim yang mencoba membungkam bukanlah rezim di bawah pimpinan Prabowo, seperti yang ditakutkan Wanda, melainkan Jokowi, Presiden yang dulu dipilih oleh Wanda.


Setelah membredel beberapa situs online, sore ini, Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Henry Subiakto menyatakan, mulai Senin, 28 November 2016, pemerintah diperbolehkan memblok akun media sosial yang dianggap melanggar undang-undang. Hal tersebut tertuang dalam UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE yang baru direvisi.


Dalam Pasal 40 ayat 2 poin b menyebutkan, pemerintah berwenang untuk menutup akses informasi elektronik dan dokumen elektronik, yang muatannya bertentangan dengan UU.

"Di UU baru nanti, pemerintah punya kewenangan untuk memblok konten yang melanggar UU. Misalnya pornografi, anti-NKRI, anti-Pancasila, ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Itu termasuk pelanggaran UU," kata Henry, dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu, 26 November 2016.


Meski demikian, lanjut Henry, pemerintah tidak serta merta represif dengan pasal 40 tersebut. Pemerintah, kata dia, ingin tetap mendahulukan pendidikan atau media literasi kepada khalayak.


Hal tersebut agar mendidik pengguna media sosial supaya mereka paham rambu-rambunya.


"Berpendapat bebas, yang tidak bebas adalah memalsukan fakta, menyebarkan fakta palsu atau tuduhan yang tidak berdasar atau menyebarkan informasi kebencian yang berdasarkan SARA. Tapi kalau kritik kebijakan itu aman," ujarnya. [portalpiyungan]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jelang Aksi 212, Medsos Diawasi Intensif; Ramalan Wanda Hamidah Tepat 100%, Pelakunya Rezim Jokowi"

Poskan Komentar